Welcome ...

Welcome ...

Senin, 16 Februari 2015

Tidak Semua Ular Berbisa: Tidak semua Ular Patut Kita Musuhi



Ular adalah salah satu Reptil yang memiliki tubuh panjang dan tidak berkaki, serta berjalan merayap dengan mengandalkan liukan tubuh. Ular merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang di dunia. Di gunung, hutan, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, sampai ke lautan, dapat ditemukan ular.

Hanya saja, sebagaimana umumnya hewan berdarah dingin, ular semakin jarang ditemui di tempat-tempat yang dingin, seperti di puncak-puncak gunung, di daerah Irlanda dan Selandia baru dan daerah daerah padang salju atau kutub.

Banyak jenis-jenis ular yang sepanjang hidupnya berkelana di pepohonan dan hampir tak pernah menginjak tanah. Banyak jenis yang lain hidup melata di atas permukaan tanah atau menyusup-nyusup di bawah serasah atau tumpukan bebatuan. Sementara sebagian yang lain hidup akuatik atau semi-akuatik di sungai-sungai, rawa, danau dan laut.

Ular memangsa berbagai jenis hewan lebih kecil dari tubuhnya. Ular-ular perairan memangsa ikan, kodok, berudu, dan bahkan telur ikan. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, kodok, jenis-jenis reptil yang lain, termasuk telur-telurnya. Ular-ular besar seperti ular sanca kembang dapat memangsa kambing, kijang, rusa dan bahkan manusia

Reproduksi
Kebanyakan jenis ular berkembang biak dengan bertelur. Jumlah telurnya bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. Ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering. Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas; bahkan ular sanca ‘mengerami’ telur-telurnya.

Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ular pucuk dan ular bangkai laut ‘melahirkan’ anak. Sebetulnya tidak melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya (ovovivipar), lalu keluar sebagai ular kecil-kecil.

Sejenis ular primitif, yakni ular buta atau ular kawat Rhampotyphlops braminus, sejauh ini hanya diketahui yang betinanya. Ular yang mirip cacing kecil ini diduga mampu bertelur dan berbiak tanpa ular jantan (partenogenesis).

Hanya sekitar 5% saja dari ± 380 jenis ular di Indonesia yang berbisa dan mematikan sehingga perlu dihindari. Selebihnya adalah ular – ular biasa yang tidak perlu dibunuh sehingga perlu dilestarikan.

Ciri Ular Berdasar bisa
Ular-ular jenis ini mempunyai racun / venom yang sangat berbahaya. Di habitat aslinya racun tersebut digunakan untuk melumpuhkan mangsanya sebelum ditelan. Racun tersebut disuntikan melalui gigi taringnya langsung ke pembuluh darah mangsanya, taring tersebut memiliki bentuk mirip dengan jarum suntik namun sangat runcing / tajam. Sebagian besar jenis racun ular berbisa menyerang sistem saraf dan pernafasan sehingga biasanya korban akan segera lumpuh bahkan dapat menyebabkan kematian.

Sedangkan Ciri Ular berdasarkan Bisa dapat di klasifikasikan sebagai berikut
a. Ular berbisa rendah
* Gerakannya cepat, takut pada musuh, agresif
* Beraktifitas pada siang hari (diurnal)
* Membunuh mangsanya dengan membelit
* Bentuk kepalanya bulat telur (oval)
* Tidak memiliki taring bisa
* Gigitannya tidak mematikan
* Setelah menggigit langsung lari

b. Ular berbisa tinggi
* Gerakannya lambat, tenang, penuh percaya diri
* Beraktifitas pada malam hari (nocturnal)
* Membunuh mangsanya dengan menyuntikkan bisa
* Bentuk kepalanya cenderung segitiga sempurna (V)
* Memiliki taring bisa, racun mematikan
* Ukuran relatif kecil atau pendek, kecuali King Cobra yang bisa mencapai 5 meter
* Kanibal (memakan temannya sendiri/jenis ular yang sama)
* Setelah menggigit, masih tinggal ditempat(bertanggung jawab terhadap mangsa)
* Warna biasanya cerah, namun hal ini pun tidak mutlak

c. Pengecualian
Berikut ini yang tidak sesuai dengan ketentuan-berbisa tinggi, tetapi kepalanya oval (bulat telur), agresif, keluar siang, malam :
1. Ular King Kobra – Ophiophagus hannah , kepala oval, agresif, siang dan malam
2. Ular Kobra Naja naja sputratix, berbisa tinggi, tetapi kepala oval, gerakan tenang
3. Ular weling – Bungarus candidus, kepala oval, berbisa tinggi
4. Ular welang – Bungarus fasciatus, kepala oval, gerakan tenang, berbisa tinggi
5. Ular picung/pudak seruni – berbisa tinggi, kepala oval tapi gerakannya gesit, keluar siang hari.
6. Semua jenis ular laut, berbisa, gerakan lamban di pasir/pantai
7. Semua jenis ular phyton dan ular boa, tidak berbisa, cari makan malam hari.

--- Tiwi Diastini Kodri ---


Tidak ada komentar:

Posting Komentar