Semua
jenis ular laut memiliki racun/bisa kuat yang menyerang syaraf manusia
seketika. jenis racun yang dimiliki adalah jenis neurotoxcin atau racun yang
menyerang syaraf. Gigitan ular laut hanya membutuhkan waktu sekitar 1 – 2 menit
saja untuk membunuh manusia. Indonesia tercatat sebanyak 55 jenis ular laut
berbagai jenis dan warna dengan sebaran merata di seluruh perairan (laut –
samudra). Kebanyakan dari ular laut tinggal di samudra yang dalam. Sebagian
kecil jenis nya dekat dengan pantai dan suka sembunyi di karang-karang.Dan
sebagian ular yang habitatnya di laut merupakan ular yang sangat berbisa
Jenis yang paling sering ditemui adalah jenis Laticauda colubrina, berwarna belang putih hitam dan ada pantulan warna biru – ungu jika terkena pantulan sinar matahari.
Jenis yang paling sering ditemui adalah jenis Laticauda colubrina, berwarna belang putih hitam dan ada pantulan warna biru – ungu jika terkena pantulan sinar matahari.
Ular Laut Sebagian Besar Berbisa
Laticauda colubrina merupakan ular
laut yang bersifat ampibi. bertaring proteroglypha atau taring berada di depan,
berkepala bulat telur panjang maksimal hingga 2 meter. Ular jenis ini masih
mampu bergerak di daratan dengan ciri sisik bawah tubuhnya masih ada. Sedangkan
ular laut jenis lain tidak memiliki sisik bagian bawah karena murni hidup di
air.
Prinsip Pertolongan Pertama pada
korban gigitan ular adalah, meringankan sakit, menenangkan pasien dan berusaha
agar bisa ular tidak terlalu cepat menyebar ke seluruh tubuh sebelum dibawa ke
rumah sakit. Pada beberapa tahun yang lalu penggunaan torniket dianjurkan.
Seiring berkembangannya ilmu pengetahuan kini dikembangkan metode penanganan
yang lebih baik yakni metode pembalut dengan penyangga. Idealnya digunakan
pembalut dari kain tebal, akan tetapi jika tidak ada dapat juga digunakan
sobekan pakaian atau baju yang disobek menyerupai pembalut. Metode ini
dikembangkan setelah dipahami bahwa bisa menyebar melalui pembuluh limfa dari
korban. Diharapkan dengan membalut bagian yang tergigit maka produksi getah
bening dapat berkurang sehingga menghambat penyebaran bisa sebelum korban
mendapat ditangani secara lebih baik di rumah sakit.
Ciri utama ular laut adalah ekornya
yang membentuk dayung dan BERSISIK. untuk membedakan ular laut dengan belut
laut adalah dengan mengamati tubuhnya. Ular bersisik. salah satu logika nyata
ular tidak takut dengan garam adalah ular laut yang hidup 100% berinteraksi
dengan air laut yang mengandung garam.
Para diver tidak perlu kuatir dengan ular ini saat ketemu di laut selama tidak melukai dan menyakiti. Karakter ular ini cukup tenang dan berusaha menghindar selama masih ada ruang untuk menghindari bahaya yang mendekatinya. Jangan panik tapi sebaiknya dihindari.
Teman-teman yang sering susur pantai dan main di tepi pantai harap memperhatikan kawasan karang-karang menonjol saat surut atau adanya ular yang terdampar di tepian laut. Cenderung lebih berbahay menginjak ular laut di darat daripada handling ular ini di kedalaman.
2.Ular King Kobra – Ophiopagus Hannah
Ular ini adalah ular berbisa terpanjang
di dunia. Panjang optimalnya hingga 6 meter dengan diameter badan mencapai 10
cm !! Saat waspada dan marah mampu berdiri dengan tubuhnya setinggi 1/3 panjang
tubuh normalnya, bahkan lebih. Pada saat marah, tingkah laku ular ini sangat
agresif. Tanpa takut sedikit pun akan menyerang siapa saja yang menurut si ular
menjadi ancaman. Jangankan menginjak, menyentuh badan atau ekornya sedikit aja
akan ditanggapi dengan serangan langsung seketika.
King Cobra salah satu jenis
mematikan di dunia
King Kobra TIDAK bisa menyemburkan
bisa/racun. Di Indonesia King Kobra memiliki ciri umum berwarna hitam atau
coklat tua. berbisa/racun berjenis haemotoxcin dan neurotoxcin dalam satu
paket. Sebuah kombinasi racun yang sangat mematikan dan sulit dibendung saat
merusak tubuh korban gigitannya. Menurut catatan kasus gigitan ular king kobra,
kekuatan racunnya dapat membunuh gajah dewasa dalam waktu 2 jam dan mampu
membunuh manusia sekitar 10 – 15 menit saja. Manusia yang terkena ggitan king
kobra jika tidak ditangani dengan cepat akan mengakibatkan kematian atau cacat
tetap.
Sebaran ular ini berada di bentangan karst selatan pulau Jawa, Kalimantan, Bukit Barisan Sumatera, Sulawesi dan Papua.
Bagi para caver yang akan masuk gua harap memperhatikan bagian entrance dan kawasan senja karena disinilah ular king kobra berteduh atau menunggu mangsanya. Makanan utamanya adalah ular.
3.Ular Welang – Bungarus candidus
Atau juga disebut dengan ular
belang. Ciri umum berwarna putih hitam bergelang penuh. kepala berbentuk bulat
telur, badan segitiga dan ekor tumpul. Warna belangnya penuh melingkari
tubuhnya hampir sama dengan ular laut. Termasuk ular setengah perairan dengan
habitat di air tawar seperti sungai, sawah, danau, waduk, dll… Suka mencari
makan pada malam hari dan memiliki racun neurotoxcin murni yang menghancurkan
syaraf kesadaran korban. Korban gigitan akan mengalami rasa kantuk yang luar
biasa dan akan fatal jika dibiarkan tidur…
Ular Welang di Indonesia telah
tersedia serum gigitan ular ini bernama ABU – anti bisa ular yang harus
diinjeksi dengan tepat oleh paramedis. Ular welang sangat tenang, tidak
agresif. senang mendekati cahaya, jadi hati-hati jika berkegiatan dipinggir
sungai malam hari menyalakan lampu tenda, petromak dan bahkan cahaya api
unggun, akan memancing ular ini untuk mendekat.Makanan utamanya ular setengah
perairan, jenis natrix…
4.Ular Weling – Bungarus fasciatus
Hampir sama dengan ular welang namun
memiliki ciri khusus yang membedakan dengan kerabat dekatnya itu. Weling
cenderung lebih kecil, badan bulat gilig dan berekor runcing, warna hitamnya
hanya berhenti disamping. Bagian sisik bawah berwarna putih polos, berbeda
dengan welang.
--- Tiwi Diastini Kodri ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar