Welcome ...

Welcome ...

Rabu, 18 Februari 2015

Sedikit berbagi mengenai kesehatan hewan kesayangan terutama kucing.



Kali ini Panda PetHouse ingin sedikit berbagi mengenai Feline Panleukopenia (FP) atau sering disebut distemper kucing.
Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa FP ini berbeda dengan distemper pada anjing, penyebabnyapun berbeda. FP disebabkan oleh Parvo virus. Banyak ilmuwan percaya bahwa FP ini merupakan awal dari adanya Canine Parvo.
FP menyerang saluran pencernaan kucing sehingga menyebabkan perlukaan yang serius pada usus dan berakhir dengan berak darah sampai kematian. Kematian akibat penyakit ini tergolong tinggi, biasanya kucing mati akibat dehidrasi, malnuntrisi, anemia dan infeksi dari bakteri lain. FP banyak menular ke kucing lain akibat kontak langsung pada kotoran kucing yang menderita FP dan juga dapat menular ke kucing lain melalui kutu. FP memang merupakan penyakit yang mematikan pada kucing, tapi bukan berarti tidak bisa dicegah.
Panda PetHouse memiliki beberapa tips agar kucing kesayangan kita dapat terhindar dari penyakit mematikan ini :
1. Vaksinasi
Vaksinasi untuk Feline Panleukopenia Virus sudah banyak tersedia di dokter hewan, jadi jangan lupa untuk rutin melakukan vaksinasi, booster dan pengulangan setiap tahunnya. Strategi vaksinasi berbeda beda tiap dokter hewan, biasanya vaksinasi awal dilakukan di usia 6-12minggu.
2. Jaga kesehatan
Meskipun sudah tervaksinasi dengan bagus, FPV dapat menyerang bila kucing terekspos dengan virus saat kucing tersebut dalam kondisi lemah atau mengalami defisiensi imun. Kontrol kesehatan kucing secara rutin ke dokter hewan setiap 3bulan sekali dan jangan lupa untuk melakukan deworming dan juga kontrol ektoparasit secara rutin. Berikan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan kucing, dan yang perlu diingat, kucing merupakan karnivora sejati yang berarti membutuhkan protein hewani sebagai sumber protein utamanya. Banyak kasus malnutrisi kucing disebabkan oleh penggantian pola makanan kucing ke vegetarian.
3. Cegah kontak dengan kucing sakit
Banyak penyakit pada kucing menular melalui udara, cairan tubuh, kotoran, muntahan serta melalui ektoparasit. Pisahkan kucing sehat dengan kucing sakit sejauh mungkin, minimal berbeda ruang. Serta jangan lupa untuk mencuci tangan, kaki serta peralatan yang dipakai saat membersihkan atau kontak dengan kucing sakit sebelum kontak dengan kucing sehat.
4. Rawatlah kucing dengan kasih sayang dan rasa tanggung jawab. Periksakan segera ke dokter hewan bila kucing kita menunjukkan gejala abnormal seperti lesu, tidak bergairah, nafsu makan dan minum turun dan lain sebagainya. Jangan menunggu sampai parah dan terlambat karena pemeriksaan yang tepat dan cepat oleh dokter hewan akan meningkatkan angka kesembuhan kucing sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar