Seberapa sering ular itu harus dipegang?
Pertanyaan
tersebut kerap kali ditanyakan oleh pehobi yang baru mulai memelihara
ular. Untuk menjawabnya memang agak sulit karena memang tidak ada patokan
yang pasti untuk hal ini. Yang jelas, jangan kita terlalu sering menyentuh ular
peliharaan kita agar tidak menjadi stres namun juga jangan sampai jarang dipegang
atau disentuh sehingga ular peliharaan kita menjadi galak karena tidak terbiasa
dipegang. Tentunya hal ini tergantung kepada tiap-tiap ular itu sendiri dan
juga tergantung dari jenis ular yg dipelihara. Hal yang perlu diperhatikan
adalah jangan menyentuh ular yang baru saja makan, beri waktu beberapa hari
setelah ular tersebut makan kenyang sebelum disentuh. Ular yang disentuh atau
dipegang setelah makan bisa saja menjadi stres sehingga makanannya dimuntahkan
kembali atau ada beberapa ular yang menjadi agresif setelah makan kenyang.
Sebaiknya setelah dua atau tiga hari barulah kita pegang ular tersebut, sekali
lagi saya tegaskan bahwa hal ini adalah tergantung dari kondisi ularnya.
Apabila setelah tiga hari masih ada benjolan di perut ularnya maka belum saatnya
untuk dipegang.
Jadwal
pemberian makanan
Untuk
jadwal pemberian makan pun tergantung dari jenis dan ukuran ular. Pada
prinsipnya berikan umpan yang sehat dan bebas penyakit. Usahakan tiap kali
makan porsinya cukup dan jadwal pemberian pakan tetap, misal: seminggu sekali
atau dua minggu sekali. Untuk jumlah makanannya bisa bervariasi, namun yang
perlu diperhatikan adalah jangan sampai kurang atau terlalu kenyang. Untuk
patokannya saya bisa berikan tips disini, yaitu: misalkan ular peliharaan anda
mampu memakan 5 ekor bebek dalam satu kali makan, maka berikan cukup 4 ekor
saja tiap kali makan. Intinya selalu kurangi dari porsi makan maksimalnya.
Untuk
ukuran mangsanya usahakan ukurannya lebih besar sedikit dari kepala ularnya,
makin besar makin baik, tentunya tergantung dari kemampuan ularnya. Jangan pula
terlalu besar sehingga ularnya mengalami kesulitan atau bahkan tidak mau makan.
Untuk
ular ukuran kecil yang ingin diberi makan ular tikus putih (rat), sebaiknya
saat pemberian makan tetap terus dipantau, apabila tidak segera dimangsa lebih
baik diambil dan diberikan lain waktu sampai ularnya benar-benar siap makan.
Kenapa saya jelaskan? Karena tidak jarang justru ular tersebut yang digigit
oleh si tikus putih (rat) tersebut. Saya sendiri memiliki pengalaman seperti
itu, ular kobra kesayangan saya mati setelah kepalanya digigit oleh tikus rat
yang saya berikan.
Bagi
yang belum mengerti, bisa saya jelaskan bahwa tikus putih ada dua jenis, yaitu
jenis kecil dan besar. Biasanya yang kecil disebut mice, jinak dan ukurannya
tidak bisa besar dan yang jenis kedua ukurannya besar disebut rat, jenis ini
ukurannya bisa sebesar tikus sawah dan galak.
--- Tiwi Diastini Kodri ---
--- Tiwi Diastini Kodri ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar